Kamis, 20 Desember 2012

Komparasi Medium MPV : Nav1 vs Serena vs Biante


TOYOTA NAV1 V           : Rp 401,8 juta
MAZDA BIANTE            : Rp 380,0 juta
NISSAN SERENA HWS : Rp 385,0 juta

Pertarungan di Medium MPV semakin panas dan heboh. Saat Nissan meluncurkan Serena C24 pada 2004, ia seolah melenggang sendiri tanpa kompetitor serius. 8 tahun kemudian, di Medium MPV muncullah Mazda yang mengandalkan Biante. Tiga bulan kemudian, muncullah Toyota Nav1 yang di Jepang bernama Toyota Noah. Putus asa dengan musuh-musuhnya, Nissan membawa Serena C26 yang akan dijual 2013. Siapakah yang akan menjadi pemenangnya? Kita lihat saja.

TOYOTA NAV1 V


Nav1 dimasukkan Toyota untuk melawan Serena dan Biante. Untuk itu, Nav1 jelas udah memakai pintu geser elektrik, dan Cap'n Seat, sebagai ciri Medium MPV. Desain elegan yang diberikan Toyota jelas cocok diterapkan pada Nav1. Mesin 3ZR-FAE 1.987 cc 4 silinder yang menghasilkan 155 dk malah konon lebih irit daripada Kijang Innova yang hanya 136 dk, karena teknologi VALVEMATIC yang mengatur panjang langkah buka-tutup katup masuk-buang. Teknologi ini dipercaya bisa meningkatkan efisiensi mesin. Ia juga telah dilengkapi Smart Key dan kamera parkir. Tidak seperti Biante, produk Toyota ini telah dirakit di Tanah Air.
VALVEMATIC yang efisien

Dasbor mewah dengan AC climate control dan GPS
Sesuai namanya--Navigation One--telah dilengkapi dengan sistem navigasi. Sayang, joknya masih memakai bahan fabric. Padahal. Serena lawas saja sudah menggunakan jok kulit sebagai standar di varian HWS. Kembali ke Nav1, letak tuas di dasbor memudahkan pengemudi dan melegakan kabin, karena tidak ada lagi konsol tengah. Namun, monitornya hanya diletakkan di atap, kurang mewah. Bicara suspensi, ia terasa pas di jalan rusak. Atau dalam kata lain empuk yang mengorbankan pengendalian. Transmisi? CVT 7-percepatan.



POIN UTAMA
Valvematic
Mesin yang efisien membuatnya irit, bisa jadi lebih irit dari rival-rivalnya.

MAZDA BIANTE

Beralih ke Mazda, Biante membuat bamyak keluarga terkagum. Desain, kepraktisan, semua membuat kagum. Bahkan Mazda membuat iklan Biante dengan tema kejutan. Desain kaca samping yang seakan tanpa pilar B, C dan D terlihat pas dan mewah dan membuat bentuk kotaknya tidak terlalu kentara.

Di belakang, lampu memanjang dengan emblem Mazda Biante dibenamkan didalamnya juga menyumbang desain mengagumkannya. Seperti yang lain, Biante juga dibekali pintu geser elektrik.
Memang, desainnya aneh bagi beberapa orang. Tapi, desainnya keren bagi beberapa orang. Mesin 1.998 cc 4 silinder 150 dk belum diberi teknologi Skyactiv seperti Mazda CX-5 dan Mazda 6 anyar, konsumsi BBM-nya payah, 7,9 km/l*, akselerasinya juga, 12,3 detik*.
Belum dilenkapi Skyactiv

Dasbor keren dan visibilitas tinggi
Di dalam, pembunuh virus Nanoe melindungi anda dari virus yang masuk ke mobil. Tuasnya juga ada di dasbor, melegakan kabin. Bila menyalakan lampu, katanya pencahayaannya keren. Dibelakang, joknya terbagi menjadi dua dan bisa digeser untuk akses ke baris 3. Tapi, tidak seperti dibelakang, fleksibilitas jok pengemudi agak terbatas. Yang tingginya diatas 175 cm akan merasa jok terlalu maju.
Bantingannya sangat halus, tapi mengorbankan kestabilan. Memang, Biante adalah mobil yang berorientasi kepada penumpang. Mengandalkan transmisi otomatis 5-speed, ia belum dilengkapi CVT seperti Nav1.

POIN UTAMA
Desain
Desain yang memukau membuatnya unggul dalam hal tersebut.

NISSAN SERENA HWS


Menjadi pionir di kelas ini, Serena tidak mau kalah. Ia hadir dengan generasi baru dengan kode bodi C26. Kini, ia hadir dengan pelek alloy 16 inci dan Smart Multi Center. Desainnya bagus, walaupun dianggap biasa saja. Mesin MR20DD dengan teknologi Dual CVTC tidak membuat tenaganya meningkat dengan 145 dk, malah turun, menjadi yang terlemah di kelasnya. Padahal, di Auto Bild Indonesia tertulis Serena lawas bertenaga 147 dk, sama. Terlepas dari itu, ia telah memakai transmisi CVT, meninggalkan otomatis 4-pecepatan milik Serena lama.

Lampu belakangnya tidak jauh beda dengan punya Serena C25, yang masuk Indonesia melalui Importir Umum. Masih khas Nissan, desainnya simpel dan meyakinkan. Oh ya, Serena C26 akan dijual dengan dua varian, X dan Highway Star. Tumben bukan Comfort Touring, malah X?


Tuas transmisi di dasbor (di dasbor melulu?) melegakan kabin. Tapi kabin hitam bukan selera beberapa orang. Memberi kesan sempit dan gelap. Namun, positifnya kabin menjadi tidak gampang kotor. Head Unit 2-DIN sudah ber-monitor, ditambah monitor diatap yang sekali lagi, kurang mewah. Oh ya, dibelakang jok depan ada meja lipat, seperti Serena lama. Yang tidak terlupakan adalah Smart Multi Center yang memberi keleluasaan karena bisa berubah fungsi dan digeser maju-mundur. Bahkan bangku kiri dibaris dua bisa digeser kanan-kiri selain maju-mundur untuk memberi akses ke baris ketiga. Pelipatan bangku baris ketiga juga cukup mudah karena cuma perlu menarik satu tuas dan sudah dilengkapi teleskopik agar ringan melipatnya.

POIN UTAMA
Smart Multi Center
Nilai lebih dari rivalnya yang hanya mengandalkan captain seat.

*= estimasi. Ada salah ketik di Serena, lebarnya
harusnya 1735 mm, tenaga Serena 145 dk,
dan harganya 385 juta. Harga Nav1 401,8 juta

                  
Salah ketik : Semart Multi Center menjadi Smart Multi Center. Ini formatnya image jadi sulit diganti.

Sumber Foto:
www.bruneistars.com
mobil.otomotifnet.com
img.okeinfo.net
3.bp.blogspot.com
www.ridwanmobil.com
autobildindonesia.com
www.autoanalytic.com
www.coches.com
www.autogaleria.hu

*data Auto Bild Indonesia


Comments
7 Comments

7 komentar:

Awalnya saya tertarik dgn Biante... Tetapi setelah baca banyak sumber, tyt Biante itu cm menang desai exterior saja, konsumsi BBM boros, transmisi kalah canggih dibanding yg lain, dimensi paling gambot, dan interior kursi kurang elegan.

Pilihan saat ini lebih ke Serena dengan fitur interior yg komplit, atawa Nav1 dengan BBM irit dan rasio kompresi masih mau nelen premium.

Sementara kelemahan Serena ada pada desainnya yg mirip evalia (terkesan murah). Sedangkan NAV1 desain lampu belakangnya minibus bgt (jadul), dan ruang mesinnya yg berantakan tidak rapi.

masak biante desain interiornya ngalahin serena.... coba lihat langsung unitnya jauhlah masih mewah serena dibanding nav1 dan biante, juga fun to drive CVTC xtronik halus tanpa hentakan tapi tetep bertenaga....(IMHO) jadi urutannya kemana mana tetep C26-Biante-Nav1....

Anonim : Memang semua mobil ada plus-minusnya. Tapi Biante juga tidak terlalu boros kok..
Anang Darsono : Komparasi ini sebenarnya lebih ke opini dan pendapat saya kok.

Saya sangat tertarik dengan ketiga mobil tersebut diatas. Dan memang berminat untuk meminang salah satu.
Sekedar opini pribadi:
Exterior: Mazda Biante menempati urutan pertama, dengan design memukau, diikuti oleh Serena dengan design yg konservatif. Sedangkan Nav1, designnya sangat mengecewakan, mirip dengan APV.
Mesin: Disini Nav1 menempati urutan pertama dengan valvematic dan transmisi CVT+7speed. Diikuti oleh Serena yg juga memakai transmisi CVT. Sedangkan Mazda Biante mempunyai accelerasi yg terlemah.
Interior: Disini Serena tidak dipungkiri lagi adalah yg terbaik, dengan inteior luas, fungsional dan elegan. Sedangkan pada Nav1 agak sempit dan kurang flexible, bangku tengah yg bisa diputar, menurut saya tidak signifikan kegunaannya. Dan di Mazda Biante, interiornya terasa datar, posisi duduk penumpang baris ke-2 dan ke-3 kurang nyaman.
Sebagai mobil keluarga, saya lebih cenderung memilih Nissan Serena, dimana kelemahan generasi sebelumnya seperti transmisi yg kasar, suara dalam kabin yg berisik akibat peredaman yg kurang baik, sudah dapat diatasi di Serena yg terbaru ini.
Kenyamanan Serena juga diatas rivalnya.

Konsumsi BBM Nav1 sangat luar biasa. Kecepatan stabil 60 kpj, bisa 1:22. 80 kpj bisa 1:19.

Duren Sawit ke Ciomas (Anyer), kominasi dalam dan luar kota, kecepatan di tol 120-13kpj, average 14,7 km/liter.

Kenyamanan, lebih enak dari Innova. Space baris ketiga jauh lebih luas dari Innova.

Saya nggak bisa bandingkan dg Biante atau Serena.

Om...konsumsi bbm diatas utk nav itu menggunakan bbm apa? Premiumkah? Untuk serena apakah aman menggunakan premium? Sy udah test drive new serena....memang sangat nyaman dan interiornya bagus....cm beda dikit ama innova matic diesel saya...sayang telat info

Poskan Komentar