Sponsors

Minggu, 06 Oktober 2013

Mobil Listrik Baru Indonesia, Selo dan Gendhis


Menjelang KTT APEC 2013, Indonesia butuh suatu gimmick agar terlihat baik di mata negara lain. Untungnya Dahlan Iskan bersama timnya, Pandawa Putra Petir telah menyiapkannya. Yaitu mobil ramah lingkungan yang terdiri dari mobil biodiesel da listrik. Dua diantaranya telah menampakkan diri, yaitu Selo dan Gendhis.

SELO


Mobil sport listrik ini disebut-sebut merupakan pengganti Tucuxi yang hancur akibat mengalami kecelakaan rem blong di Magetan. Soal bentuk, Selo lebih normal dibanding Tucuxi yang agak berdesain anti-mainstream. Ia terasa mirip Lamborghini Gallardo dan McLaren MP4-12C. Bila Tucuxi didesain tanpa gearbox, Selo diberi gearbox agar tak mengulangi kesalahan Tucuxi sepuluh bulan yang lalu.


Arti Selo bukanlah slow = lamban tapi batu. Menurut Dahlan Iskan diberi nama seperti itu karena kecelakaan Tucuxi seperti batu penghalang. Masalah spesifikasi saat tulisan ini diketik belum diumumkan pemiliknya maupun pembuatnya, namun yang agak mengganjal adalah perbedaan yang agak mencolok dibandingkan sketsa yang ditampilkan pada buku Electric Car Made In Indonesia.




GENDHIS



Gendhis adalah mobil listrik yang berbentuk seperti Alphard. Namun lagi-lagi tampangnya jauh meleset dari rancangannya. Gendhis ini justru sangat mirip Alphard yang dimodifikasi. Foglamp-nya kemungkinan besar 'nyomot' dari Hyundai Grand Avega.

Rancangan jauh berbeda dari kenyataan
Spesifikasi Gendhis masih belum jelas, namun yang pasti mobil ini dapat menampung 7 penumpang dan memiliki sliding door. Cat Gendhis cukup unik, yatu seperti cat bunglon campuran hitam dan hijau.



Comments
1 Comments

1 komentar:

Posting Komentar