Sponsors

Tampilkan postingan dengan label First Impression. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label First Impression. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2014

First Impression : Ford Ecosport



Dengan harga dari Rp 195-242 jutaan, Ecosport tak perlu repot-repot mencari calon konsumen. Karena segala keunggulan yang dimiliki membuatnya cukup menarik perhatian.

Misalnya eksterior. Dipadu pelek 16 inci, Ecosport memiliki profil seperti mobil petualang. Ya, SUV. Walaupun memang berbasis dari Fiesta. dari tampilan sulit rasanya kita menyebutnya sebagai Fiesta SUV.

Dari depan, lubang udara besar yang dipadukan krom berkolaborasi dengan gril serta lampu yang berdimensi kecil, namun telah dilengkapi Daytime Running Lights LED (DRL LED).

Pada bagian samping, hendel pintu terlihat familiar. Ya, sama dengan Fiesta. Lekukan tubuhnya juga sedikit mengingatkan pada saudaranya tersebut.

Di belakang, sosok ban serep menggantung sangat mencerminkan sebuah mobil petualang. Kami mengibaratkan ban serep tadi seperti backpack yang digendong Ecosport setiap saat. Namun tak semua orang menyukainya. Kami sendiri merasa ban serep tersebut terlalu menonjol, tak seperti Everest atau Rush. Lagipula tempat ban serepnya berukuran jauh lebih besar dari ban serep itu sendiri. Masih ingat fenomena Honda CR-V generasi kedua? Pemiliknya ramai-ramai melepas ban serepnya dan memodifikasi bentuk pintu, seringkali memang ditawarkan pihak Honda.

Hal yang unik  dari bagasinya karena adanya ban serep tersebut, ia membuka ke samping. Tak cuma itu, hendel penarik pintu bagasi ditempatkan di lampu kanan sehingga secara kasat mata tak ditemukan sebuah hendel.

Masuk ke interior, fitur-fitur pun bertaburan. Mulai dari SYNC™ yang menghubungkan gadget ke mobil dengan USB atau Bluetooth, AC digital, sunroof dan yang lain yang tak dapat anda temukan di kabin rivalnya seperti Renault Duster, Toyota Rush, Daihatsu Terios maupun Nissan Livina X-Gear.
Dengan harga kompetitif, harusnya mobil CBU Thailand ini sanggup mengalahkan rivalnya. Apalagi dengan fitur melimpah plus tampilan gagah. 


Minggu, 09 Maret 2014

First Impression : Honda Brio Satya S


Honda meluncurkan Brio Satya demi menghadang laju Agya dan Ayla yang telah diperkenalkan sebelumnya. Dengan harga mulai dari Rp 106 juta, ini merupakan Honda termurah pada dekade ini di Indonesia. Apakah valuenya sebanding dengan harganya?

Disini kami mereview Brio Satya tipe S dengan harga Rp 111 juta dengan aksesori opsional yaitu gril hitam-putih. Dari penampilan, Brio Satya S terlihat lebih baik daripada Brio S CBU dengan hendel pintu sewarna bodi. Walaupun pelek besi hitam dengan dop penghias tetap melekat pada Brio Satya ini.
Di belakang, Honda memasang banyak emblem yang membuat buritan Brio Satya terlihat rame. Ada tulisan ‘Honda Prospect Motor’,  ‘Brio Satya S’, ‘i-VTEC’ dan tak lupa logo mawar berbentuk pesegi. Emblem yang disebutkan pertama dan terakhir wajib dipasang di mobil LCGC.


Di dalam, tak banyak perbedaan dibandingkan Brio CBU, Brio 1.2 bahkan Mobilio.  Sebenarnya bukan selera banyak orang. Apalagi warna beige dan hitam rasanya kurang cocok dengan Brio. Kami harap di facelift brikutnya Honda memberi warna interior hitam seluruhnya.

Satu hal yang mengganggu yaitu headrest yang menyatu pada jok sehingga tak bisa diatur ketinggiannya. Namun ada bagusnya, karena bentuknya mirip jok semi-bucket.

Pada tipe Satya S dipasang head unit 1-DIN yang berdesain membosankan dan berfitur minim. Kalau anda ingin meminang Brio Satya S, kami sarankan untuk mengganti head unitnya.

Di kabin belakang, legroom dan bagasi kurang lega. Wajar karena Brio dibuat kecil dengan panjang 3,6 meter. Namun baiknya, visibilitas ke belakang baik akibat penggunaan kaca belakang besar.

Honda memilih untuk mencangkokkan mesin 1.198 cc 88 dk yang merupakan mesin tercanggih di kelas LCGC berkat penggunaan katup variabel i-VTEC. Mesin tersebut juga merupakan mesin yang paling berenaga dan paling irit, tentunya dengan bantuan i-VTEC.


Ada enam pilihan warna yaitu putih, hitam, silver, merah, oranye dan abu-abu. Tak ada warna biru dan warna khas Brio, hijau pada Brio CKD. Hal ini disebabkan sudah tak tersedianya cat tersebut di pabrik Honda di Karawang. Itulah sebabnya Brio Sports yang notabene CBU dari Thailand masih memiliki pilihan warna hijau.

Oh ya, bagi peminat LCGC matik, Brio Satya tak memiliki tipe berpersneling otomatis. Bila tetap ingin Brio matik, ada Brio 1.2 tipe S dengan harga Rp 133 juta dan tipe E Rp 138 juta.
Mau lebih bertenaga? Pilih Brio Sports. CBU dari Thailand, bermesin 1.339 cc 100 hp namun harganya jauh diatas Satya yaitu Rp 172-182 juta.

Kalau masih tertarik dengan Satya, kami merekomendasikan tipe E karena fiturnya lebih lengkap hanya dengan menambah Rp 6 juta. Foglamp, wiper belakang, head unit 2-DIN, pelek alloy dan lain-lain telah hadir di Satya E.

Sabtu, 01 Maret 2014

First Impression : Toyota All New Yaris TRD 2014


Toyota sedang gencar memamerkan mobil terbarunya yang belum dijual, All New Yaris. Pesanan yang sudah menumpuk hingga ribuan orang mendorong Toyota untuk memamerkan Yaris 2014 ini tak terkecuali di mal. Di sebuah mal di Bogor, kami menjumpai sebuah All New Yaris 2014 TRD Sportivo terparkir manis demi menarik perhatian pengunjung.

Usaha itu tak sia-sia, mobil hitam tersebut sering diperhatikan pengunjung yang penasaran. Ada yang mencoba membuka pintunya, namun dikunci. Kaca film dengan kegelapan 90 persen dipasang agar interiornya menjadi misteri bagi pengunjung. Tanpa basa-basi, kami pun langsung merekamnya demi terciptanya Video Review Andra Febrian Auto Blog. Sebelumnya, maaf soal kualitas fotonya karena hanya mengandalkan smartphone lama.


Bentuk Yaris yang berevolusi membuat penampilannya terlihat naik kelas. Berbasis dari All New Vios, lampu sipit yang lebar membuat Yaris makin mempesona. Begitu pula lampu belakang berdesain unik yang terpasang manis di buritan Yaris. Pelek 16 inci yang identik dengan Vios juga membuatnya semakin menggugah.


Bodykit TRD Sportivo yang tertempel pada All-New Yaris ini membuatnya semakin gagah dan sporty. Tak lupa diselipkan sepasang Daytime Running Lights (DRL) LED di bagian depan Yaris 2014 ini. Plus stiker di pintu samping dengan tulisan TRD Sportivo membuatnya terkesan semakin dinamis. Kemungkinan body kit TRD tersebut merupakan desain lokal mengingat body kit itu baru tersua di Tanah Air.

Kalau di belakang, terpasanglah spoiler atas dan spoiler bumper yang berpadu dengan desain asli Yaris yang membuat tampilannya dari belakang menarik perhatian orang yang melirik. Tak tampak jejak Yaris lama disini.

Sayang, seperti yang kami sebutkan tadi, kaca film yang dipasang sangat gelap sehingga tak ada kesempatan untuk sekedar mengintip interiornya. Namun ada foto interior yang kami ambil dari autobild.co.id dibawah ini.



Yaris terbaru ini dilengkapi dengan head unit yang dapat digunakan untuk berselancar internet, persis seperti Vios. Selain itu ada jok yang berbahan fabric dengan motif yang matching dengan tema TRD Sportivo. 

Toyota Yaris 2014 ini akan diproduksi di pabrik Toyota yang berlokasi di Karawang di pabrik yang sama dengan Vios dan Limo. Sebelumnya Yaris, Vios dan Limo dirakit di Bangkok, Thailand. Pemindahan lokasi produksi disebabkan oleh remapping yang dilakukan prinsipal Toyota. Jadi pabrik di Bangkok dialokasikan untuk eco-car (Yaris 1.200 cc) sementara pabrik di Karawang diperuntukkan untuk non eco-car. Diharapkan pemindahan ini akan meningkatkan lapangan kerja.
  
Pabrik Toyota yang memproduksi Yaris, Vios, Limo dan Etios Valco.


Harga All New Yaris 2014 sendiri akan berkisar Rp 210-270 juta. Saat ini Toyota sedang bingung menentukan harga Yaris karena tidak stabilnya dollar dan akan digelarnya Pemilu 2014. Peluncuran? Maret 2014 yang artinya bulan ini dan sebentar lagi. Ditunggu ya, Toyota!

VIDEO


 GALLERY





Selasa, 24 Desember 2013

First Impression : Hyundai Grand Avega GL Limited


Penerus Hyundai Avega ini memang punya tampang keren namun dibungkus dengan harga yang kompetitif. Grand Avega telah mengadopsi bahasa desain Hyundai yang baru. Ditenagai mesin 1.396 cc 108 dk, awalnya Grand Avega punya dua varian, manual dan otomatis. 

Hadir sejak 2011, Grand Avega diposisikan sebagai pengganti Avega yang sudah mulai uzur. Penggantinya ini punya tampilan yang berbeda 180 derajat. Bila Avega dipasang sebagai sedan liftback yang terjangkau -- harganya hanya setengah dari Honda City-- tak demikian halnya dengan Grand Avega.

Setelah meluncurkan tipe SG dengan bodykit dan pelek 16 inci, kini hadirlah tipe GL Limited Edition. Tipe baru ini hanya tersedia 100 unit di Indonesia dan peluncurannya dihadiri oleh mantan pemain sepak bola Liverpool FC, Robbie Fowler. Makanya tipe ini cukup eksklusif.


Ubahannya ada pada bodykit, pelek hitam walaupun ukurannya masih 14 inci, spoiler atap dan suatu penghias dibawah plat nomor belakang. Mungkin itu saja ubahannnya. Oh ya, di unit yang ada di foto tulisan 'HYUNDAI' pada bagian belakang menghilang.

Bukan interior yang sebenarnya.


Selain itu interior mendapat sentuhan DVD player dan airbag. Sisanya, tak ada yang berubah. Mobil ini memiliki selisih 3 sampai 4 juta dengan dengan Grand Avega GL. Hyundai Avega GL Limited Edition ini diberi harga Rp 174 juta (M/T) dan Rp 194 juta (A/T). Oh ya, mobil ini terbatas dijual sampai akhir Desember ini. Sangat limited.

Minggu, 17 November 2013

First Impression : Honda Mobilio Prestige


Setelah mejeng di IIMS 2013, di Bandung dan Makassar, Mobilio kembali muncul di Jakarta tepatnya di Gandaria City. Namun tak seperti sebelumnya Mobilio yang dipamerkan adalah Mobilio Prestige, yaitu tipe tertnggi di keluarga Mobilio diatas tipe S, E dan E CVT. Perbedaannya ada pada pelek yang lebih mewah. Namun sebenarnya pelek yang terpasang ada Mobilio di IIMS lebih keren dan pas untuk Mobilio.


Perbedaan juga ada pada beberapa aksen krom di foglamp, pintu samping, dan diatas plat nomor belakang. Namun krom diatas plat nomor terasa terlalu norak. Selain itu tetap keren layaknya Mobilio biasa.



Karena kata salesnya mobil ini masih konsep jadi pintunya masih terkunci dan tak dapat melihat interior. Namun sudah banyak kok foto interior Mobilio yang beredar di internet. Oh ya, Mobilio Prestige tetap memakai mesin 1.497 cc 118 dk i-VTEC. Harganya sekitar Rp 192 jutaan dan akan dikirim ke garasi konsumen pada Maret 2014. Oh ya, di bagian bawah post ini ada video yang berdurasi 1 menit 12 detik tentang walkaround Mobilio biasa maupun Prestige.


Gallery

Dengan kamera parkir





Sabtu, 16 November 2013

First Impression : Proton Suprima S


Walaupun ini topik yang sudah tak hangat, tak apalah.  Lebih baik terlambat daripada tak sama sekali. Jadi Suprima S basically adalah Preve yang 'dipotong' buntutnya dan diberi berbagai hiasan seperti pelek 17 inci, model gril yang diubah menjadi seperti sarang tawon dan bumper belakang agresif.


Namun beberapa orang tak menyukai bagian belakang Suprima S ini. Namun ia masih terlihat cukup menggoda tengan tulisan 'TURBO' besar di sebelah kiri. Selain itu, sebenarnya tak banyak lagi yang dapat dibahas pada eksterior Suprima S.


Interiornya cukup mewah dengan desain mirip mobil eropa, tepatnya mungkin BMW. Suprima S telah dilengkapi head unit 2-DIN yang bermonitor dan tombol audio di setir. Kabin Suprima S cukup lega, wajar karena ia masuk segmen C yang sebenarnya bersanding dengan VW Golf dan Ford Focus.

Mesinnya menggunakan mesin Proton yang sering digunakan sebelumnya yaitu 1.561 cc turbocharger 138 dk. Klaim Proton mesin ini dapat melesatkan Suprima S dari nol ke 100 km/jam dalam 9,9 detik.


Dengan harga Rp 275 juta, akankah mobil ini diminati masyarakat mengingat ketidakpopulerannya segmen C hatchback?

Berikut videonya.

Sabtu, 28 September 2013

Live Report IIMS : Tata Aria


Tata Aria sebenarnya bisa dibilang MPV dan SUV, karena memiliki ciri MPV yaitu 7-seater dan SUV yaitu ground clearence tinggi. Apalagi di India Aria memiliki tipe 4x4. Sehingga Tata menyebut Aria sebagai crossover. Namun harganya terbilang sangat terjangkau untuk mobil bermesin 2.199 cc diesel, hanya 249,9 juta rupiah.

Desainnya memiliki ciri khas Tata, namun tak semua orang menyukainya, karena tampilannya kurang sporti dan gagah. Aria justru mengarah ke elegan dan mewah.


Begitu pula pada bagian buritan. Mobil hasil kolaborasi Jaguar-Land Rover dengan Tata ini butuh rear spoiler agar tampilannya lebih mudah dicerna. Namun itu ditebus dengan lampu belakangnya yang unik dan anti-mainstream.


Dasbor Aria memang masih konvensional, namun masih lumayan harmonis dengan tampilan luar. Tak seperti Orlando yang luarnya agak konvensional namun dalamnya futuristik. Wooden panel pun telah terpasang pada Aria yang satu ini.


Kabinnya sangat lega. Berkat dimensi panjang 4.780 mm, lebar 1.895 mm dan tinggi 1.780 mm, orang berpostur 190 cm pun mudah masuk ke Aria. Memang kabin Aria disesuaikan dengan postur orang India rata-rata.

Minggu, 22 September 2013

Live Report IIMS : Nissan Livina X-Gear


Setelah dihentikan produksinya selama 5 bulan, kini Livina X-Gear 5-seater kembali masuk ke line-up Nissan. Tampilannya tak jauh beda dari Grand Livina X-Gear 7-seater, namun ciri khas yang membedakan adalah Livina X-Gear 5-seater memiliki pilihan warna Burning Red, Grand Livina X-Gear 7-seater tidak memilikinya. Pelek 16 inci yang gagah tidak berubah, roof rail pun tidak dilepas.


Dari belakang Livina X-Gear 5-seater terlihat lebih ceper akibat buntut yang tidak menonjol seperti Grand Livina. Perbedaan panjang Grand Livina X-Gear 7-seater dan Livina X-Gear 5-seater adalah 23 cm. Walaupun begitu Livina X-Gear 5-seater masih memiliki bagasi yang sangat besar.


Livina X-Gear 5-seater telah dilengkapi penutup bagasi agar isi bagasi tak terpantau dari luar. Selain head unit tak banyak perbedaaan di interior X-Gear ini.


Livina X-Gear M/T dihargai Rp 197 juta dan tipe CVT dibanderol Rp 11 juta lebih mahal atau Rp 208 juta. Belum ada rencana untuk memboyong Nissan Livina 5-seater standar, namun lebih baik lagi kalau Nissan menjual Nissan Note terbaru yang disebut-sebut merupakan Livina next-gen.


Live Report IIMS : Fiat 500C


Setelah Abarth 695 Tributo Ferrari yang merupakan versi kencang dari Fiat 500 muncul di Indonesia, kini saatnya Fiat 500 alias Cinquecento atau sering disebut Fiat 'Gopek' unjuk gigi. Di IIMS Fiat 500 menjadi pusat perhatian, mungkin karena banyaknya iklan Fiat 500 di koridor JIExpo.

Yang muncul di gambar adalah Fiat 500C atau versi cabriolet dari Fiat 500. Tidak seperti cabriolet lain yang mengadopsi model roadster, saat atap kanvasnya dibuka, frame jendela 500C masih ada di tempatnya.




Interiornya menggunakan warna yang anti-mainstream yaitu putih-hitam-merah. Kombinasi warna yang matching dengan atap kanvas 500C ini. 500 C dapat memuat 4 orang, namun bangku belakang sangat sempit sehingga hanya bisa diduduki oleh anak kecil atau orang yang tak punya kaki. Untungnya akses ke belakang tidak terlalu sulit.


Sempit

Speedometernya berdesain retro mirip milik MINI, namun pada Fiat 500 speedometer dipasang di belakang setir bukan di tengah. Speedometer tersebut terlihat memiliki kecepatan tertingggi hingga 220 km/jam.


Fiat 500 yang ini dibekali mesin 1.400 cc yang dapat menghasilkan 101 dk pada 6.500 rpm dan torsi 133 Nm di 4.000 rpm yang melalui transmisi otomatis 6-percepatan, sedangkan konsumsi bahan bakarnya diklaim sebesar 13 km/liter. Harga sekitar Rp 300 jutaan.



Live Report IIMS : Renault Duster


Setelah vakum selama empat tahun lamanya, kini Renault kembali dengan produk pertamanya di Tanah Air, Duster. Renault Duster di Indonesia tersedia dalam dua varian yaitu RxE sebagai varian terendah dibanderol Rp239 juta. Lalu Renault Duster RxL sebagai tipe tertinggi yang dibanderol dengan harga Rp249 juta. Duster yang mejeng di foto adalah tipe RxL sebagai tipe termewah.

Renault Duster, juga dikenal sebagai Dacia Duster di beberapa negara didesain 'sangat SUV'. Terbukti dari bentuk bodi yang agak 'boxy' dan kekar. Towing hook di bumper belakang pun menambah kesan gagah walau jadi terlihat murahan. 


Di Indonesia Duster hanya tersedia dengan pilihan mesin diesel 1.5 dCi K9K HP empat silinder. Mampu menghasilkan tenaga 85 dk/3.750 rpm dan torsi 200 Nm/1.900 rpm yang hanya dipasangkan dengan transmisi manual lima percepatan. Mobil ini dklaim dapat mencetak konsumsi BBM hingga 20,45 km/l. Wah, dari speknya ini ia memungkinkan ikut program LCGC.


Duster ini 5-seater walaupun di India ada opsi menambahkan sepasang jok face-to-face di bagasi. Terdapat dual airbag untuk penumpang di bagian depan, sedangkan fitur ABS with EBD dan BA sudah disematkan demi keamanan berkendara. Mobil asal Prancis ini juga telah dilengkapi head unit terintegrasi dengan monitor. Ini dia videonya :